wong ndeso numpang nampang

  • Harga Gabah di Bawah HPP

    JOMBANG - Kendati harga penetapan pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 3.700 per kilogram, namun di tingkat petani jauh lebih rendah dari yang sudah ditetapkan. Di Jombang misalnya, gabah kering panen (GKP) hanya dihargai antara Rp 3.300 hingga Rp 3.400 per kilogram.

    Baca Lengkapnya
  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

    Read More
  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

    Read More

imvres

Imvres sebuah lingkungan kecil yang terdapat di sebuah desa terpencil yang berada di sisi timur kota CIREBON dengan Kecamatan Babakan Gebang yang diapit oleh dataran tinggi dari sebelah selatan dan pesisir dari sebelah utara ( Pantura ).
Imvres dikenal dengan sebutan Blok imvres dengan lingkungan yang cukup ramah dipenuhi oleh dinamika kehidupan yang cukup komplit.
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Korban Lumpur Luruk Presiden SBY Minta Pelunasan

MANDI LUMPUR : Korban luapan lumpur Lapindo
 menggelar aksi mandi lumpur di tanah mereka yang belum dibayar.
SIDOARJO -Warga korban lumpur Lapindo yang masuk peta area terdampak,tampaknya sudah habis kesabaran dalam menunggu pelunasan ganti rugi yang terus dijanjikan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), lembaga keuangan yang ditunjuk keluarga Abu Rizal Bakrie.

Karenanya, agar cepat mendapat pembayaran warga korban lumpur berencana mendatangi  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk melakukan audensi sekaligus ngluruk ke Jakarta agar solusi pelunasan  ganti rugi  segera dilakukan. Selain itu, warga juga  minta take over oleh pemerintah segera dikabulkan.

“Kami akan mengadu langsung ke Presiden SBY soal macetnya ganti rugi korban lumpur ini,” terang Ny Tri, salah seorang korban lumpur saat dihubungi, Kamis (22/5).
Masalah ganti rugi yang terkatung-katung selama delapan tahun ini sangat memberatkan warga. “Kami ingin adanya Perpres yang mengatur tentang take over ganti rugi, biar segera ada pelunasan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, hasil pertemuan dengan pansus lumpur DPRD Sidoarjo beberapa waktu lalu ada kesepakatan bila warga akan berkirim pesan melalui surat kepada SBY untuk rencana melakukan audensi.

Jika nantinya sudah ada jadwal untuk bertemu dengan presiden, warga akan menyikapinya dengan pergi bersama ke Jakarta.“Kami ingin cepat selesai jangan dibiarkan seperti selama ini,” jelasnya.

Terkait akan perginya korban luapan lumpur ke Jakarta ini guna menghadap Presiden SBY, dibenarkan oleh H Usman, anggota Pansus Lumpur. “Pansus akan membuat surat untuk bisa menghadap ke Presiden SBY,” tuturnya.

Demikian juga menurut Emir Firdaus dari FPAN, bahwa Pansus Lumpur telah rapat menggodok klausul surat yang akan dibawah ke Presiden SBY terkait pelunasan ganti rugi para korban luapan lumpur utamanya yang masuk peta area terdaampak. “Suratnya sudah jadi, Jumat akan ditandatangani oleh Pak Dawud,  Ketua ewan,” timpal Emir Firdaus.

 Seperti diketahui, PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) berkewajiban membayar sebanyak 13.237 berkas yang saat ini masih menyisakan 3.348 berkas dengan nilai pembayaran sebesar Rp 786 miliar serta kekurangan untuk ganti rugi pengusaha. (yan)

Kepala Perijinan Lakukan Pungli

Minta Pelicin Rp 13 Juta


MOJOKERTO – Pelayanan perizinan dengan meminta imbalan uang dengan jumlah tertentu masih terjadi di Kabupaten Mojokerto. Seperti yang dialami Direktur PT Kokoh Anugerah Nusantara, Kan Eddy yang merasa diperas oleh Kepala Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kabupaten Mojokerto, Noerhono.

Dalam aksinya Noerhono meminta sejumlah uang agar perizinan PT Kokoh Anugerah segera diproses. Tak tanggung-tanggung, Noerhono meminta PT Kokoh untuk membayar Rp 13 juta jika ingin perizinan yang diajukan segera kelar.

Merasa dipungli, Kan Eddy lantas melaporkan kejadian itu pada Ombudsmen Jatim disertai dengan bukti kuat berupa rekaman video dan rekaman suara yang diambil secara sembunyi-sembunyi.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jatim, Agus Widiartha membenarkan adanya laporan pungli yang dilakukan salah satu pejabat di Kabupaten Mojokerto.

"Direktur PT Kokoh Anugerah Nusantara, Kan Eddy melaporkan Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto. Dia merasa diperas," ungkapnya, Kamis (22/5). 

Lebih lanjut Agus mengatakan dari keterangan direktur PT Kokoh, dia mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB) ke BPTPM Kabupaten Mojokerto namun dipersulit.

Pelapor lantas melaporkan ke Ombudsman Jatim, pihaknya kemudian meminta BPTPM untuk menerbitkan IMB dari pengembang pembangunan perumahan tersebut.

Setelah terbit dan pelapor butuh legalisir kembali BPTPM tidak mau melayani jika tidak ada uang pelicin.”Kami panggil mereka untuk diminta klarifikasinya,” katanya.

Menurut Agus, dari keterangan pelapor, opini awal ada kemungkinan terjadi pungli lantaran pelapor memiliki bukti kuat. Namun,  pihaknya akan mendalami dugaan itu dengan minta klarifikasi mereka.

 “Kemungkinan pidana ada tapi polisi yang bertindak, sanksi jelas ada hingga penurunan pangkat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kabupaten Mojokerto, Noerhono, ketika hendak ditemui di kantornya tak ada di tempat.”Bapak ke surabaya sejak pagi tadi,” ujar salah satu staff.

Namun, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Noerhono mengaku sedang di Surabaya memberikan klarifikasi. "Saat ini, saya sedang di Surabaya terkait hal itu (dugaan pungli)," ujarnya singkat.

Sebelumnya, Ombudsman Jatim menerima laporan dugaan pungli seorang pejabat beserta stafnya di Pemkab Mojokerto. Dia adalah Kepala Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kabupaten Mojokerto, Noerhono.

Hal ini terkait dugaan perbuatan mal administrasi, yakni berupa permintaan uang Rp 13 juta kepada Kan Eddy, Direktur PT Kokoh Anugerah Nusantara (pengembang pembangunan perumahan) saat yang bersangkutan mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) pembangunan perumahan Puri Kokoh di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (ari

Menuju Jauh: Giraffe Journey 2; Kereta, Kuliner dan Keraton.

Menuju Jauh: Giraffe Journey 2; Kereta, Kuliner dan Keraton.:
Bermula dari keisengan saya dengan nyeletuk, "Pengen ke Cirebon, ih. One day trip aja. Naek kereta, jalan-jalan ke keraton, kulineran,...

Pelajar SMK Tewas, Hidung dan Mulut Berbusa

OLAH TKP: petugas polsek geneng dan puskesmas geneng tengah melakukan otopsi luar
NGAWI - Galuh Pratiwi (15) pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) warga dusun mangkujayan, desa widodaren, kecamatan gerih, kabupaten ngawi, ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa di kamarnya, rabu (23/4). Pelajar kelas I SMK itu diketahui tewas, setelah temannya biasa menjemput berangkat sekolah menjengguknya.

                “Seperti biasa, sekitar pukul 06.45, saya menghampiri dia untuk berangkat sekolah bersama. namun, beberapa kali dipanggil tidak kunjung keluar, lalu saya tanya pada kerabatnya dan disuruh langsung melihat kekamar. Betapa kagetnya, saat masuk dalam kamar melihat tergeletak dengan mulut dan hidung keluar busa,” jelas teman korban fitria kusuma dewi.

                Bahkan, terlihat kerumunan semut berada sekitar mulut, melihat kejadian itu fitria langsung menjerit dan meninggalkan kamar menuju kerabat korban. Kejadian itu juga dilaporkan ke polsek setempat dan mendatangi tempat kejadian perkara (tkp), selanjutnya mengirim jasad korban ke rsud dr soeroto kabupaten Ngawi, guna kepentingan otopsi.

                Informasi lain menyebutkan, sepekan sebelumnya kepada teman-temanya korban mengaku ada masalah dengan teman dekatnya.  Namun, masalah apa tidak diceritakan, begitu malam sebelumnya korban mengirim pesan singkat kepada teman-teman sekolahnya yaitu meminta maaf.

“Ketika ditanya ada apa meminta maaf ? Tidak dijawab  atau dibalas,” ujar teman sekelas korban yaitu andik.

Terpisah, kapolsek geneng akp partono mengatakan korban ditemukan tewas didalam kamar rumah kerabatnya dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.

“Kami belum bisa memastikan, diduga korban menenggak racun dan meninggal dunia, usai ditemukan korban langsung dibawa ke ruang mayat rsud soeroto ngawi.  Tunggu saja hasil outopsi dan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (ags)


Video