Pelaku Ancam Teman Sekelas Renggo

Posted by Unknown on 15.23
-    DINDIK ANCAM COPOT KEPSEK SDN 9 PAGI


PEMAKAMAN RENGGO: Tampak keluarga dan sejumlah
pelayat ikut memakamkan Renggo Kadapi
JAKARTA – Kasus tewasnya Renggo Kadapi (11) siswa kelas 5 SDN 09 Pagi Makassar Jaktim oleh kakak kelasnya, S (12) terus didalami aparat kepolisian. Dari penelusuran di sekolah, Renggo dipukuli di ruang kelasnya yang terletak di sebelah ruang Kepala Sekolah (Kepsek) di lantai dua, yang juga bersebelahan dengan ruang guru.
Kepada wartawan, salah seorang teman sekelas Renggo, Fadli, mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Senin (28/4) lalu itu, terjadi di ruang kelasnya. Renggo tak sendirian, ada beberapa teman sekelasnya yang masih berada di ruang kelas. Saat ada temannya yang berusaha melerai, S mengancam.
"Dia bilang, 'awas lo, kalau bilang-bilang guru'. Katanya mau ditonjok juga," kata Fadli menirukan perkataan S, Senin (5/5) kemarin.
Fadli mengatakan bahwa Renggo adalah anak yang pendiam dan tak suka berkelahi. Dia mengatakan, pemukulan itu terjadi karena Renggo tak sengaja menyenggol minuman S hingga tumpah.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya memberikan perlakuan khusus terhadap S jika terbukti melakukan penganiayaan tersebut. "Untuk diduga pelaku juga mendapatkan perlakuan khusus sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak," ujar Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/5).
Sementara dari hasil visum, Renggo mengalami kerusakan di selaput otaknya. "Visum sementara, ada pendarahan di selaput otak korban," tambah. Namun, apakah hal itu yang menjadi penyebab meninggalnya korban, Rikwanto mengaku belum dapat memastikan hal itu. "Autopsi sudah dilaksanakan dan saat ini sedang dianalisis oleh tim dokter untuk mengetahui apa penyebab kematiannya," katanya.
Menanggapi kasus tersebut, sejumlah orangtua siswa khawatir dengan anak-anaknya yang sekolah di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur. "Takut kalau ada kejadian lagi. Karena ini kejadiannya di dalam sekolah," kata Tuti, warga Makasar, salah satu orangtua siswa yang sedang menjemput anaknya di SDN 09 Makasar, Senin (5/5).
Menurutnya, penganiayaan terjadi di dalam lingkungan sekolah, bahkan di ruang kelas. Dan peristiwa semestinya tidak perlu terjadi jika pihak sekolah melakukan pengawasan secara ketat. Sehingga, pihak sekolah dianggap acuh terhadap keselamatan siswanya.
"Guru-gurunya acuh. Habis ngasih materi di kelas, muridnya ditinggal dan mereka belanja di pasar," ujarnya. Karena itu ia berharap pihak SDN 09 Makasar, lebih memperhatikan anak didiknya selama jam pelajaran sekolah berlangsung.
Di tempat terpisah, Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur Nasrudin menegaskan, tindakan tegas berupa pencopotan akan diberikan jika hasil pemeriksaan terbukti sekolah lalai. Dirinya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memeriksa sekolah secara intensif.
"Nanti kami juga akan meminta keterangan dari murid yang melakukan pemukulan. Kalau memang ada unsur kelalaian sekolah, bisa saja kepala sekolahnya kami mutasi, diturunkan pangkatnya, atau dicopot," kata Nasrudin di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur, Senin, (5/5) kemarin.
Categories: