UN SMP di Depok Amburadul
Posted by Unknown on 15.30
![]() |
| Foto: Ridhoi |
DEPOK - Pelaksanaan
hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/SMP LB/MTs sederajat di Depok
ditemui banyak persoalan. Di antaranya, terdapat soal bersampul dan tak
bersampul, di samping itu dalam soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia juga
bermasalah.
Meski terdapat
petunjuk teknis, para siswa dan panitia tampak kebingungan dalam menghadapinya.
"Permasalahan itu muncul di soal. Selain ada soal bersampul dan tak
bersampul, ternyata juga ada beberapa nomor soal yang tidak ada dan bernomor ganda,"
ujar Pengawas UN dari MTs YPPD Ust. Dian Efendi saat bertugas di MTs
Al-Hamidiyah Pancoran Mas, Depok, Senin (5/5).
Dian mencontohkan,
pada soal UN Bahasa Indonesia nomor 13, 38 dan 50 tidak ada. Sedangkan untuk
soal nomor 38 berjumlah ganda atau ada dua.
Dirinya hanya mempertanyakan antara barcode lembar jawaban UN siswa sama
atau tidak.
Hal senada juga
diutarakan Panitia UN MTs Al-Hamidiyah Soheh Ali. Menurutnya, soal bahasa
Indonesia terdapat 50 soal. Ia menuturkan, pada soal nomor 1 sampai 12
dikerjakan di naskah yang tak ada sampulnya. Sedangkan nomor 13-38 dikerjakan
di naskah bersampul dan nomor 39-50 kembali dikerjakan kertas tak bersampul.
"Memang,
teman-teman panitia juga pada bingung dengan soal seperti ini. Solusinya, hasil
pengerjaan siswa kita terima dan semua mengikuti petunjuk teknis. Harapannya
supaya lebih lancar dan tidak membingungkan," paparnya.
Kasi Pendidikan
Madrasah, Kemenag Depok, Ujang Supriyatna menengakui adanya kondisi tersebut.
Ia juga khawatir dengan barcode pada LJUN. "Memang, ada soal yang bersampul dan tidak. Cuma, dari awal kurang
sosialisasi, apalagi ini kan rahasia negara. Kita berharap besok-besok berjalan
lancar," harapnya. * aan
Categories: Pendidikan
.jpg)