Anak Lebih Rajin Nonton TV Daripada Membaca

Posted by Unknown on 12.17
DEPOK-Meski sebagai kota layak anak, Depok menyimpan segudang masalah seputar anak. Tontonan TV dan gadget banyak mempengaruhi anak.  Padahal, anak Indonesia sejatinya harus mengenal budaya membaca.  Jika masih balita, orang tua memperkenalkannya dengan bertutur melalui dongeng menanam daya khayal imaginasi anak terbangun.

 Salah satu pendongeng dari Dongeng Ceria  dan Energi Positif Foundation Iman Suhaman menuturkan dongeng merupakan hal positif. Lewat dongeng banyak  nilai di dalamnya bisa  masuk ke  dunia khayal yang merasuk ke jiwa mereka. Saat tampil di SDN 05 Sawangan, Jalan Abdul Wahab, Depok, Iman menyampaikan dongeng berjudul 'Cici Rajin Nonton TV'.

"Awalnya anak - anak tertawa gembira karena dongengnya lucu, lalu sampai menangis di akhir cerita karena dapat klimaksnya. Dengan cerita 'Cici Rajin Nonton TV', menyampaikan bahwa anak Indonesia semestinya rajin belajar tetapi fenomena yang terjadi malah anak - anak lebih kenal tayangan TV," ujarnya dalam acara Dongeng Anak Negeri bersama Alfamart, Rabu (23/4).

Menurutnya, keberhasilan seorang anak bisa diawali dari mimpi. Salah satu sumber mimpi itu adalah dongeng. Apalagi,  Negara Indonesia saja ingin  merdeka juga diawali  dengan mimpi dan harapan. Dongeng itu seni budaya tertua yang kuat sebagai media kepada anak - anak.

Parahnya, tayangan TV bahkan kerap ditonton anak - anak hampir di masa peak hour yakni dari pukul 16-19 WIB. Banyak budaya hedonisme, sindiran, ataupun caci maki yang ditampilkan televisi dikonsumsi oleh anak.

"Orang tua pun malah senang nonton TV kayaknya. Kami berupaya sebar virus dongeng ke rumah bahwa budaya tutur adalah hal yang baik," katanya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 6 SDN 05 Sawangan, Depok Safitri  sampai menangis di akhir cerita dongeng. Ia mengaku bahwa dongeng Cici Rajin Nonton TV mengajarkan agar ia tidak boleh nakal kepada ibu. Aan



Categories: