Kebutuhan Alquran Belum Terpenuhi

Posted by Unknown on 03.40
-    INDONESIA BUTUH 2 JUTA ALQURAN PER TAHUN
JAKARTA - Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, wajar jika kebutuhan Alquran di Indonesia sangat besar. Setidaknya dibutuhkan tidak kurang dari dua juta Alquran dalam setiap tahunnya.
“Tingkat kebutuhan Alquran di Indonesia belum terpenuhi. Tidak ada buku atau produk cetakan yang bisa mengimbangi jumlah pencetakan Alquran,” tegas Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar saat menerima perwakilan Komunitas One Day One Juz (ODOJ) di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (23/2) kemarin.
“Bahkan, di Amerika, best seller-nya adalah Alquran” tambah Wamenag.
Menurut Wamenag, tingkat kerusakan sebuah buku, bergantung pada sejauh mana keterpakaiannya. Semakin sering dibaca, potensi sebuah buku akan rusak atau sobek akan semakin besar. “Buku yang tidak dibaca itu tidak robek. Tapi buku yang robek adalah buku yang sering dibaca. Alquran banyak dibaca,” terang Wamenag.
Dikatakan Wamenag, kebutuhan Alquran di Indonesia sangat tinggi karena banyak dibaca. Semakin sering dibaca, semakin banyak cetakan Alquran yang rusak, apakah karena sobek atau sebab lainnya.
“Perlu Alquran banyak karena semakin sering dibaca, tingkat kerusakan cetakan Alquran juga semakin tinggi. Itu yang membuat kita butuh Alquran 2 juta per tahun,” kata Wamenag.
“Demikian juga dengan Alquran terjemahan. Sekarang ini seperti pisang goreng dijual di toko buku,” imbuhnya sembari menambahkan bahwa dalam event Islamic Book Fair, buku yang paling digemari adalah Alquran.
Wamenag menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif komunitas ODOJ. Wamenag menyarankan agar aplikasi yang dibuat tidak terbatas pada BBM dan WA, tetapi juga bisa memudahkan semua pengguna handphone.
“Produk ini juga harus bisa masuk pada seluruh lapisan masyarakat, dari yang paling bawah sampai yang paling atas, bahkan sampai Presiden,” saran Wamenag.
“Al-Quran itu bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat bawah, dan pada saat yang sama juga bisa memberi kepuasan pada masyarakat tingkat khawasul-khawash,” tuturnya.
Oleh perwakilan ODOJ, Wamenag didaulat menjadi penasihat dan diharapkan kehadirannya pada launching ODOJ yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Mei 2014 di Masjid Istiqlal. “Boleh. Saya mau diapain saja, asal terkait Alquran,” ujar Wamenag.
Perlu diketahui, ODOJ merupakan komunitas yang bertujuan mengakrabkan umat Islam kepada Alquran dengan merutinkan tilawah satu juz per hari, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sekarang ini, komunitas ODOJ tercatat mempunyai anggota mencapai 92.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, Australia, Hongkong, Qatar, USA, Jepang, Jerman, Turki, dan Singapura.
Setiap anggota ODOJ dikelompokkan dalam satu grup blackberry messenger (BBM) atau whatsapp messenger (WA) yang beranggotakan 30 orang. Dengan begitu, setiap hari mereka bisa berbagi juz antar anggota grup masing-masing untuk menghatamkan Alquran. * kmg

Categories: