Berpikir dengan Mensyukuri Nikmat Allah

Posted by Unknown on 15.51
Mutiara Hati

Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti "afala ya’qilun", "afala yatafakkarun", "afala tubshirun" dan lain-lainnya. Para arif bijaksana mengiyaskan keutamaan berpikir.
Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti afala ya’qilun, afala yatafakkarun, afala tubshirun dan masih banyak lagi lainnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Berpikir sesaat lebih baik dari pada beribadah selama enam puluh tahun.”

Para arif bijaksana mengqiyaskan keutamaan berpikir dengan bahasa lain, bahwa berpikir bagaikan lentera hati, barang siapa yang kehilangan pikiran, maka jadi gelaplah hatinya. 

Dalam kitab Nashaihul Ibad dikelompokkan lima objek berpikir yang akan membawa pada lima kebaikan. Pertama: berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Di alam (ayat kauniyyah) akan melahirkan rasa yakin akan keesaannya. Keyakinan bahwa Alah hanya satu-satunya tuhan yang mampu mencipta alam lengkap dengan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya.

Berbagai keajaiban dan keistimewaan setiap makhluk di dunia mulai dari benda terkecil di dalam lubang tanah hingga makhluk berbintang di langit dan juga para malaikat. Karena itulah dalam sebuah ayat diterangkan, “Jikalau kita benar-benar memikirkan berbagai ciptaan Allah SWT, maka akan menimbulkan pemahaman sifat-sifat Allah SWT.”
Misalkan Allah Zat Sang Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq) akan terbukti kebesarannya ketika kita memikirkan wujud cicak yang menempel dinding tanpa ada sayap dengan berbagai nyamuk yang berterbangan sebagai santapannya.
Kedua berpikir akan segala nikmat akan melahirkan perasaan cinta dan syukur kepada-Nya. Bagaimana kita tidak bersyukur jika setiap saat kita dapat bernafas dan menikmati udara dengan bebas tanpa ada pajak dan pungutan. Bagaimana tidak bersyukur jika mata kita mampu melihat segala warna-warni dunia? Andaikan semua itu dicabut Allah SWT, apa yang dapat kita lakukan sebagai manusia?
Maka bersyukur dengan sepenuh hati, berterimakasih dengan sepenuh jiwa bukanlah terasa belum cukup bila dibandingkan segala nikmat yang terlah diberikannya. Padahal jumlah nikmat yang ada tidak akan mampu dihitung oleh manusia.
Ketiga, berpikir dan berangan-angan akan berbagai pahala dan surga yang dijanjikan oleh Allah SWT, kepada orang-orang yang beramal baik, akan menambah nilai kepribadian seorang hamba sehingga ia akan berakhlaq lebih mulia, bertindak sedekat mungkin dengan apa yang dianjurkan Allah dan agama-Nya.
Keempat, berpikir dan mengingat-ingat segala pembalasan yang disiapkan Allah untuk mereka yang dhalim dan selalu berada pada barisan ‘musuh Allah’ karena senantiasa mengapresiasi ajakan iblis dn syetan, akan menambah perasaan takut seorang hamba. Takut akan siksa neraka dan ancamannya.
Sebagaimana layaknya orang yang takut tentu umat manusia akan menghindar dan melarikan diri dari sesuatu yang ditakuti. Orang yang takut neraka tentunya akan menghindar dan menjauhi perkara yang berbau neraka. Berbagai maksiat dan kedurhakaan.
Kelima, berpikir tentang ketaatan seorang hamba dan kebaikan Allah SWT, kepadanya akan menjadikan hidup ini lebih bermakna. Artinya kesadaran akan keluasan ilmu Allah SWT yang selalu ikut berperan dalam kehidupan ini, seolah Allah SWT ikut mempermudah diri seorang hamba dalam beribadah. Akan memantapkan perasaan pasrahnya diri kepada-Nya.
Semoga kita semua menjadi bagian orang yang selalu berpikir dan sadar akan keberadaan diri sebagai hamba yang lemah dihadapa Yang Maha Agung. * nuo
Categories: