Bangsawan di Mata Rasulullah
Posted by Unknown on 15.43
Hikmah
Suatu hari Rasulullah
SAW sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya. Tiba-tiba seorang lelaki
berpakaian bagus dan nampak berwibawa melewati mereka. Rasulullah SAW pun
kemudian bertanya kepada salah seorang sahabat yang berada di dekatnya mengenai
orang yang lewat tersebut.
Seorang sahabat segera
menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang bangsawan, demi Allah pantas saja
jika ia meminang seorang gadis pasti diterima, dan apabila ia membantu
memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan.”
Rasulullah SAW hanya
diam mendengar jawaban demikian.
Tak lama kemudian ada
lagi orang lain yang melewati mereka dengan pakaian sederhana dan dalam tingkah
yang biasa-biasa saja. Lalu Rasulullah SAW pun bertanya kembali kepada para
sahabat di sekelilingnya. Bagaimanakah pendapat mereka tentang orang yang juga
baru saja lewat.
Seorang sahabat
menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang rakyat jelata miskin yang sangat
layak bila pinangannya pasti ditolak. Dan jika memintakan bantuan untuk orang
lain, pantas pula ditolak. Orang-orang dapat saja dengan mudah tidak
mempercayai ucapan-ucapannya.”
Mendengar jawaban ini,
Rasulullah SAW kemudian bersabda, ”Demi Allah, orang yang kedua ini lebih baik
dari pada yang pertama, dengan seberat bulatan penuh bumi.” (HR Bukhari Muslim)
Rasulullah SAW lalu
menceritakan tentang perbincangan antara surga dan neraka yang kemudian
diputusi oleh Allah. Neraka berkata, ”Aku disesaki oleh para pembesar, penguasa
dan orang-orang yang sombong.”
Kemudian surga
menimpali, ”Aku dihuni oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata. ”Allah pun
berfirman kepada keduanya, ”Kau surga, tempat rahmat-Ku, terberkatilah mereka
yang memasukimu, siapa pun yang Kukehendaki. Dan kau neraka, Aku menyiksa
mereka yang memasukimu, siapapun yang Kukehendaki. Masing-msing dari kalian
pasti akan Kupenuhi.” (HR Muslim)
Hamba Allah tidak
dinilai berdasarkan kedudukan duniawi. Seorang hamba akan dirahmati atau
disiksa karena amal perbuatannya. Siapa pun ia, tanpa peduli jabatan dan status
sosialnya. * nuo
Categories: Religi
