SURVEI: NAHDLIYIN CONDONG PRABOWO
Posted by Unknown on 15.06
KETERPILIHAN
CAPRES OLEH WARGA NU
Prabowo Subianto 32,5%
Joko Widodo 22,1%
Aburizal Bakrie 15,5%
Sumber:
Lembaga Survei Nasional
* Aburizal Tergiur Jadi Cawapresnya
BOGOR —Mayoritas warga nahdliyin lebih memilih
Capres Prabowo Subianto ketimbang Joko Widodo (Jokowi). Demikian hasil survei
Lembaga Survei Nasional (LSN). LSN melakukan survei ini lantaran sepak terjang
Jokowi belakangan yang rajin menyambangi pesantren untuk mencari dukungan warga
NU. Walau sudah berusaha, berdasarkan survei LSN, warga NU lebih condong ke
Prabowo Subianto.
"Sebanyak 32,5% mengaku akan memilih Prabowo
Subianto. Sedangkan bakal Capres PDI Perjuangan Jokowi hanya dipilih 22,1%
responden," jelas Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam keterangan
persnya, Senin (5/5).
Ada tiga Capres yang disurvei, satu lagi Aburizal
Bakrie. Tingkat keterpilihan Aburizal di kalangan warga NU berdasarkan survei
LSN 15,5% responden. Sementara sebanyak 29,9 persen responden menyatakan “tidak
tahu” atau belum punya pilihan.
Survei LSN dilakukan kepada pemilih yang sudah
masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah sampel sebesar 1.230 responden yang
diperoleh menggunakan teknik ambang berjenjang (multistage random sampling).
Batas kesalahan (margin of error) survei ini adalah 2,8 persen dan pada tingkat
kepercayaan (level of confidence) 95 persen.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj
mengingatkan, meski dikunjungi Capres Jokowi maupun Prabowo, kiai NU belum
tentu memberikan dukungan. “Yang harus dipahami masyarakat, belum tentu ketika
seorang kiai menerima kedatangan calon pejabat berarti memberikan dukungannya,”
kata Said dalam pers rilis tertulis, Senin (5/5).
Said menjelaskan, penerimaan hangat para kiai
kepada Capres yang bertamu tak bisa lantas diartikan kiai yang bersangkutan
menunjukkan dukungan ke Capres yang bertamu. Menurutnya, acara silaturahmi
kepada para kiai bisa dilakukan siapa saja, tak terkecuali figur-figur terkenal
semacam Jokowi atau Prabowo. "Kiai itu tidak pakai Satpam, di rumahnya
juga tidak kenal yang namanya resepsionis. Siapa pun boleh silaturahim,” ujar
Said.
Said sebagai ketua umum PBNU juga tidak bisa
melarang para kiai untuk menerima silaturahmi politis semacam itu. Bahkan PBNU
dan Said sendiri juga pernah menerima Prabowo Subianto di kediamannya, di
kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 15 April 2014 lalu. Selain itu,
Jokowi, Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo, dan Rhoma Irama juga pernah menyambangi
markas PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. “Itu hak mereka (bakal calon
presiden). Menerima atau tidak juga hak masing-masing kiai, PBNU tidak bisa
mengatur,” pungkas Said.
Ical Tergiur
Prabowo
Sementara itu, pesona Capres Prabowo membuat runtuh
‘iman politik’ Aburizal Bakrie (Ical). Ketua
umum Partai Golkar yang selama ini ngotot jadi Capres berdasarkan amanat
Rapimnas itu akhirnya tergiur jadi Cawapres Prabowo. Hal itu diungkapkan
setelah Ical bertemu dua jam dengan Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor,
Jawa Barat, Senin (5/5).
Menurut Aburizal, jabatan presiden atau wakil
presiden hanya instrumen yang tak perlu diributkan. "Saya enggak keberatan (jadi Cawapres),
Pak Prabowo juga enggak keberatan," kata Aburizal seusai menemui Prabowo
di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/5) kemarin.
Aburizal, yang telah dinyatakan sebagai Capres dari
Partai Golkar, mengatakan bahwa saat bertemu dengan Prabowo, dia telah
menemukan kesepakatan mengenai sikap politik dalam menghadapi Pilpres 2014.
Meski tak disebutkan secara gamblang, sinyalnya pun semakin kuat bahwa koalisi
Partai Golkar dan Gerindra segera terealisasi.
Bagi Aburizal, tujuan utama Partai Golkar dan
Partai Gerindra adalah membangun pemerintahan solid yang berpihak pada
kesejahteraan rakyat. Prinsip politik tersebut yang diklaim mampu menciptakan
komunikasi hangat antara Partai Golkar dan Partai Gerindra.
"Mau di nomor satu, nomor dua, enggak masalah.
Posisi presiden dan wakil presiden hanya instrumen untuk mewujudkan kebaikan
bangsa, kebaikan negara," ujarnya.
Aburizal bersama sejumlah pengurus Partai Golkar
datang ke kediaman Prabowo di Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat,
Senin siang. Elite Partai Golkar dan Partai Gerindra datang ke lokasi pertemuan
menggunakan helikopter.
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan setelah
Prabowo menemui Ical, Selasa (29/4) pekan lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya
terlibat pembicaraan politik terkait peta koalisi jelang Pilpres 2014. Seusai
pertemuan, keduanya mengaku mendapat satu kesepakatan agar komunikasi dilakukan
lebih intens pada masa selanjutnya. Aburizal dan Prabowo memiliki pandangan
yang sama bahwa mengelola kemajemukan Indonesia tak dapat dilakukan oleh satu
golongan tertentu.
Ical Bisa Dipermalukan
Menanggapi manuver Aburizal, politikus senior
Partai Golkar Zainal Bintang mengingatkan, nasib Aburizal bisa jadi seperti
yang terjadi pada Ketua Umum PPP Suryadharma Ali saat memutuskan mendukung
Prabowo. "Kasus Ketum PPP Suryadharma Ali bisa terulang pada diri ARB
(Aburizal). Artinya, bisa dipermalukan di rapimnas," ujar Zainal di
Jakarta, Senin (5/5).
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Musyawarah
Kekeluargaan dan Gotong Royong (MKGR) itu mengatakan, sebelum menyatakan hal
itu, Aburizal semestinya mengungkapkannya dalam forum rapat pimpinan nasional
(Rapimnas) yang akan menentukan arah koalisi ke depan.
Zainal mengatakan, Rapimnas Partai Golkar pada 2012
menyatakan Aburizal sebagai bakal Capres bukan Cawapres. Karena itu, perubahan
sikap Aburizal itu dinilai akan menimbulkan gejolak di internal partai
berlambang pohon beringin itu. "Langkah terobosan ARB mau membuat ijab
kabul dengan Prabowo sebagai Cawapres tanpa melalui Rapimnas bisa jadi bumerang
bagi ARB," ucap Zainal. Dia mengimbau Aburizal tidak larut dengan
usulan-usulan tim suksesnya. Zainal menduga usulan itu bisa menyesatkan karena
mereka terlalu rakus berkuasa.
SDA: Mayoritas
PPP Prabowo
Sementara itu, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali tetap
mengklaim mayoritas DPW partainya mendukung
Capres Prabowo. “Ini memang belum dukungan bulat karena harus diputuskan lewat
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP yang akan digelar dalam waktu dekat,”
papar Suryadharma, di Jakarta, Senin (5/5).
Ia mengatakan, Rapimnas yang akan digelar ini
merupakan mekanisme untuk mengambil keputusan terhadap Capres yang akan
didukung PPP. “Saya berharap rapimnas nanti dalam mengambil keputusan dilakukan
lewat musyawarah mufakat,” tutur Suryadharma yang kini menjabat menteri agama.
Tetapi, lanjut dia, kalau musyawarah mufakat tidak
juga dapat mengambil keputusan, maka akan dilakukan dengan cara lain, misalnya,
berdasarkan suara terbanyak. “Saya tetap berharap agar dilakukan lewat jalur
musyawarah mufakat,” papar SDA.
Dikatakannya, ada perkembangan lain di PPP, yakni
adanya keinginan dari mayoritas untuk mendukung Prabowo. Kalau saya katakan
mayoritas berarti masih ada di PPP yang mendukung Capres yang lain,” papar SDA.
Seperti diketahui, pasca islah (damai) antara kubu
SDA dengan kubu Romahurmuziy (Romi) persoalan yang muncul adalah kepada Capres
mana PPP memberikan dukungan? Dari kubu Romi menghendaki PPP berkoalisi dengan
PDIP, dan dalam koalisi ini, PPP dari kubu Romi mengajukan mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PPP
Romahurmuziy mengatakan, pilihan PPP kepada Jokowi atau Prabowo, diputuskan
karena rencana pembentukan poros keempat di luar Golkar, PDIP, dan Gerindra,
tak kunjung ada kejelasan. "Ternyata kita kecil sekali kemungkinan (poros
keempat) itu bisa terjadi, sehingga pada pekan ini nama sudah mengerucut pada
dua saja, yakni Prabowo dan Jokowi," kata politikus yang akrab disapa
Romi.
Saat ini, lanjutnya, DPP PPP tinggal menelaah kemungkinan
koalisi dengan Gerindra atau PDIP, terutama dengan mempertimbangkan kesesuaian
dengan aspirasi mayoritas kader PPP, serta kemungkinan PPP bisa berpartisipasi
efektif dalam pemenangan masing-masing capres tersebut.
Ditanya soal sikap Ketua Umum PPP Suryadharma Ali
(SDA) yang sejak awal kukuh mendukung Prabowo, Romi tak ambil pusing. Sebab,
dukungan resmi partai harus mengacu konstitusi partai berlabang Kakbah itu.
"Ya sejak awal Pak Surya (Suryadharma) kan sudah menegaskan kecondongannya
(ke Prabowo), tetapi sebagai anggota partai apa pun yang menjadi keputusan
Rapimnas yang akan dilaksanakan," tegasnya.
Dia juga tidak menepis bahwa di internal PPP ada
beragam aspirasi kader, ada yang condong ke Prabowo, ada yang ke Jokowi dan ada
yang mempertimbangkan lebih dalam terkait bagaimana PPP mengusung agenda
keumatan. Inc, kcm, hud
Categories: Politik
