Warga Papua Rampok Alfa Expres
Posted by Unknown on 12.23
SURABAYA - Roberto Kareth (17) asal Klademak Kota Sorong, Provinsi Papua Barat
yang tinggal di Jalan Menur Surabaya, ditangkap oleh petugas Polsek
Sukolilo. Roberto ditangkap depan Alfa Expres Jalan Arif Rahman Hakim,
Sukolilo, sesaat setelah melakukan perampokan dengan menggunakan senjata tajam
(sajam) kepada karyawan Alfa Expres.
Kanit Reskrim Polsek
Sukolilo AKP Tatang Panjaitan mengatakan, pelaku saat menjalankan aksinya dalam
keadaan mabuk dan mencoba mengancam karyawan Alfa Expres untuk meminta uang
yang ada di dalam kasir.
Pada saat mengancam,
tersangka menggunakan sajam yang diarahkan ke karyawan. "Karena tersangka
melakukan pengancaman, maka kita lakukan penangkapan," ujar Tatang, kepada
wartawan, Rabu (23/4).
Sementara kronologis
kejadiannya, Tatang menjelaskan, pada Sabtu (6/4) tersangka, juga melakukan
pengancaman. Dan hasil dari perampokan tersebut, dipakai untuk pesta minuman
keras (miras) bersama teman-temanya hingga pagi hari.
Selanjutnya, pada
Minggu (7/4) pukul 07.30 WIB, Roberto timbul niatan untuk merampok uang milik
Alfa Expres. Dengan bermodal sajam berupa celurit, Roberto masuk ke swalayan
lalu menodongkan celurit ke Lisa, salah satu pekerja kasir. Karena ketakutan
Lisa pun menuruti permintaan pelaku, dan sejumlah uang yang berada di laci
kasir diberikan, setelah uang didapat lantas Roberto beranjak dari swalayan.
“Tersangka masuk ke
swalayan dengan bawa celurit, yang bertujuan mengancam petugas,” terangnya.
Karena merasa kurang
dengan hasil jarahanya dan masih mabuk berat, 30 menit kemudian Roberto kembali
ke swalayan, dengan tujuan untuk melakukan perampokan lagi. Namun dengan
kesigapan Lisa, pada waktu pertama kali di rampok oleh pelaku, dia menghubungi Polsek
Sukolilo untuk meminta bantuan.
Petugas yang
mendapatkan laporan perampokan mengunakan sajam, langsung mendatanggi lokasi
kejadian. Disaat bersamaan itulah Roberto bisa langsung ditangkap juga satjam
yang dipergunakan untuk mengancam berhasil diamankan.
“Karena kurang,
tersangka kembali lagi dalam keadaan mabuk. Namun karyawan, yang mengetahui
Roberto datang langsung menghubungi anggota kepolisian,” katanya.
Saat polisi melakukan
pemeriksaan, Roberto memberikan keterangan, bahwa dirinya tidak sadarkan diri
karena dipengaruhi minuman keras. "Memang pada waktu itu saya gak punya
uang tapi saya gak sadar kok bisa senekat itu", ujar Roberto. * yon
Categories: Kriminal
