Jokowi ke Sekolah Renggo, Kepsek Menangis
Posted by Unknown on 23.53
* Sapa
Siswa, Tak Temui Kepela Sekolah dan Guru
![]() |
| SAMBANG: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui ayah Renggo Khadafi |
JAKARTA -
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi SDN 09 Makasar, Jakarta Timur,
pada Selasa (6/5) kemarin. Di sekolah itu, Renggo Khadafi (11), pelajar kelas
IV, tewas akibat dianiaya Sy (13), kakak kelasnya sendiri.
Di tengah kunjungan itu, Kepala SDN 09 Makassar Sri Hartini menangis.
Semula, Jokowi datang ke sekolah itu seusai berkunjung ke rumah duka. Di
sekolah, Jokowi tak menemui kepala sekolah dan guru. Jokowi berbincang-bincang
dengan anak-anak kelas V dan VI di salah satu ruang kelas lantai dasar.
Rupanya, para guru dan kepala sekolah tengah berbaris rapi di depan
ruangan kepala sekolah lantai dua demi menyambut Gubernur. Sang kepsek pun
berdiri di depan ruangannya. Entah karena apa, tiba-tiba Sri menangis sehingga
beberapa orang guru membopongnya ke sofa di dalam ruang kepala sekolah itu.
Wartawan sempat mengambil gambar Sri yang tengah menangis di dekapan
guru lain. Kemudian, para guru membawa ke ruangan lain agar tidak diliput
media. "Beliau enggak kuat, perasaannya pasti tertekan. Mohon pengertian
ya," ujar salah seorang guru.
Setelah berbincang dengan anak sekolah, Jokowi pun masuk ke mobilnya
untuk membagi-bagikan buku kepada anak-anak. Di sela-sela itu, Sri memberanikan
diri menghampiri Gubernur. Keduanya sempat terlibat pembicaraan serius hingga
Jokowi bertolak dari SDN tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Renggo meninggal dianiaya oleh Sy saat istirahat
sekolah. Pelaku kesal karena korban sempat menyenggolnya ketika membawa makanan
ringan seharga Rp 1.000.
Pelaku menghajar sekujur tubuh Renggo. Mulut Renggo disumpal gagang sapu
hingga mengeluarkan darah. Naas, Renggo meregang nyawa di RS Polri Raden Said
Sukanto, Minggu (4/5).
Imbasnya, Sy diperiksa polisi. Selain itu, Sri dicopot dari jabatannya
sebagai kepala sekolah lantaran tak mampu mencegah aksi kekerasan tersebut.
Sebelumnya orang nomor satu di DKI Jakarta itu memerintahkan Kepala Suku
Dinas Pendidikan Dasar (Kasudin Dikdas) Jakarta Timur untuk mencopot Kepala SDN
09 Makasar, Sri Hartini. Dan, menanggapi permintaan Jokowi tersebut, Sri
meminta Jokowi untuk mempertimbangkan keputusannya.
"Saya akan meminta pertimbangan," kata Sri saat ditemui di SDN
09 Makasar, kemarin.
Meski enggan merinci, Sri
mengatakan, terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan Jokowi dan Dinas
Pendidikan DKI sebelum mencopot dirinya. Namun, Sri mengaku siap jika keputusan
pencopotannya tetap dilaksanakan.
"Jika memang keputusannya harus dicopot saya siap," ujarnya.
(bbs)
Categories: Jakarta
