Menkes Sarankan Tunda Haji
Posted by Unknown on 14.58
*Dimentahkan
Menag, Terkait Virus MERS-CoV
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi
menyarankan pemberangkatan jemaah haji dan umroh ke Arab Saudi tahun ini
ditunda. Alasannya, kebijakan tersebut untuk melindungi warga negara Indonesia
dari serangan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau MERS-CoV.
"Walaupun bersifat rekomendasi namun jelas
kita harus mengikuti anjuran itu. Untuk umroh (dan haji) jelas kalau bisa kita
tunda dululah," kata Nafsiah dalam konfrensi pers di Kementerian
Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Senin (5/5).
Nafsiah menjelaskan saran tersebut merujuk pada
rekomendasi pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Menurutnya, mereka meminta
pelaksanaan haji dan umroh tahun ini khususnya bagi orang tua di atas 65 tahun,
jemaah dengan penyakit kronis seperti kanker, disefisiensi terhadap kekebalan
tubuh. Selain itu juga pada wanita hamil, anak-anak di bawah usia 12
tahun."Bukan dihentikan tapi bisa ditunda khususnya untuk mereka ini. Ini
yang diperketat Saudi Arabia," ujarnya.
Menteri Agama Suryadharma Ali yang turut hadir
dalam konferensi pers mementahkan saran dari Nafsiah. Suryadharma mengaku sudah
berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Hasilnya,
tidak ada rekomendasi ataupun anjuran tersebut. "Barusan Dirjen Haji
melakukan pengecekan ke Kedutaan Saudi Arabia mengenai restriksi visa bagi
jemaah umroh usia 65 tahun ke atas, ternyata itu tidak ada," tuturnya.
Namun, menteri asal Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) itu memastikan bahwa pihaknya tidak akan bersikap kaku. Apabila ada
perkembangan lebih lanjut, dia memastikan akan mengambil kebijakan strategis.
"Bagaimana tindakan pemerintah di dalam
pembatasan usia? Saya kira ada dua hal. Pertama adalah (memperhatikan) aturan
yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi. Kedua, perkembangan penyebaran MERS-CoV
ini kalau semakin meluas, WHO juga menyatakan KLB. Atas dasar itu, kami akan
ambil kebijakan lain," ujarnya.
MUI Tak Bisa
Membatasi
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI)
mengimbau seluruh jemaah haji dan jemaah umrah asal Indonesia mewaspadai
penyebaran MERS-CoV. Karena virus dari Arab Saudi itu sampai saat ini belum
ditemukan vaksinnya. Ketua MUI Bidang Perempuan Remaja dan Keluarga, Tutty
Alawiyah, Senin (4/5) lalu, menuturkan virus tersebut sebenarnya bukan baru
lagi. Sudah ada sejak 2002.
Maka dari itu, setiap ada jemaah haji atau umrah
yang akan berangkat ke tanah suci, MUI mewajibkan harus dibekali dengan vaksin
antibodi supaya lebih tahan terhadap berbagai serangan virus. "Jangan
sampai virus itu terjadi pada jemaah umrah dan jemaah haji kita. Hal itu memang
sedang dikhawatirkan," kata Tutty di kantor MUI, Jalan Proklamasi,
Menteng, Jakarta Pusat.
Meski adanya ancaman virus MERS-CoV itu, MUI
sendiri tidak bisa melarang warga untuk pergi ke Arab Saudi untuk melakukan
ibadah haji atau umrah. Karena menurutnya, niat orang yang mau berangkat umrah
adalah untuk ibadah, dan MUI tidak bisa membatasi orang yang hendak beribadah.
"MUI hanya bisa mengimbau. MUI tidak bisa
kalau orang mau pergi umrah kami batasi. Misalnya ada orang dari desa ngumpulin
duit, sudah lama menabung masa dibatasi. Tapi Mudah-mudahan tidak terjadi
apa-apa," katanya.
Tutty menambahkan, meski demikian MUI sendiri tidak
terlalu khawatir. Berdasarkan pengalamannya, setiap tahun panitia haji selalu
memberikan vaksin kekebalan kepada setiap jaamah haji atau umroh yang hendak
pergi ke Arab Saudi.
"Kalau pergi umrah dan haji kan biasanya ada
vaksin meningitis. Saya rasa setiap tahun memang ada vaksin itu. Ada yang
berjangka lima tahun. Tapi kalau belum pernah pasti dikasih vaksin," kata
dia.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Kesejahteraan
Rakyat (Menkokesra) menggelar rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri bersama
Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri,
Menteri Perhubungan, BNP2TKI dan lainnya di Jakarta.
Rapat itu membahas pencegahan dini sekaligus agar
tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat. Merujuk pada catatan WHO, MERS
sudah menulari sedikitnya 261 orang dengan korban meninggal 93 jiwa sejak
September 2012 sampai dengan 26 April 2014. Dia mencatat, sebagian besar
tertular setelah melakukan kontak dengan hewan setelah berkunjung ke Timur
Tengah.
Menyebar ke
Amerika
Virus MERS-coV telah menyebar ke 15 negara yaitu
Saudi Arabia, Jordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait,
Perancis, Jerman, Italia, Yunani, Filipina, dan Malaysia. Mereka tertular
setelah menjalankan ibadah umroh. Pada 27 April, NA 61 tahun, seorang WNI yang
tinggal di Arab Saudi meninggal dunia akibat MERS-CoV. Virus ini telah
menewaskan lebih dari 100 orang di Timur Tengah, dan penyebarannya dilaporkan
sampai ke Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, 3 Mei 2014.
Virus tersebut ditemukan pada seorang petugas
kesehatan yang baru saja kembali ke Indiana, AS, dari Arab Saudi. Pria itu
jatuh sakit dan kini dirawat dalam kondisi stabil. Lembaga kesehatan publik AS,
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menelusuri penumpang pesawat
yang melakukan kontak jarak dekat dengan pria tersebut. viv
Categories: Religi
